20.4.11

Flu Burung

Dokter yang terhormat, saya mengalami kadang demam kadang tidak, memang saya mengalami flu terus menerus(sinus), masalahnya yang sekarang tenggorokan saya terasa kayak orang sakit amandel, kayak orang susah menelan, tetapi napas saya tidak sesak, sampai saat ini, kayaknya ada yang mengganjal pada tenggorakan saya, apakah kadang badan saya panas, kadang tidak saya sudah kedokter, tp belum ada perubahan, apakh saya mengalami flu burung atau tidak, kadang badan lemas, dan kepala pusing, tolong jawaban dokter yang terhormat, terima kasih,,,

- Pai -

Jawaban:

Bapak Pai,

Kemungkinan Anda belum mengalami flu burung, karena bila Anda mengalami flu burung, Anda tidak bisa menulis email kepada kami, mortalitas rate dari flu burung adalah 50-60%, berarti bila ada 10 penderita 6 orang akan meninggal dunia.

Anda perlu kembali ke dokter yang memeriksa Anda untuk menegakkan diagnosis yang lebih pasti dan tentunya mendapatkan pengobatan yang adekuat.

Waspada Flu Burung

PENGERTIAN
Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia.
Nama lain dari penyakit ini antara lain avian influenza.

DEFINISI KASUS

1. Kasus Suspek

Kasus suspek adalah seseorang yang menderita ISPA dengan gejala demam (temp > 38°C), batuk dan atau sakit tenggorokan dan atau ber-ingus serta dengan salah satu keadaan;

seminggu terakhir mengunjungi petemakan yang sedang berjangkit klb flu burung kontak dengan kasus konfirmasi flu burung dalam masa penularan bekerja pada suatu laboratorium yang sedang memproses spesimen manusia atau binatang yang dicurigai menderita flu burung

2. Kasus "Probable"

Kasus "probale" adalah kasus suspek disertai salah satu keadaan;

bukti laboratorium terbatas yang mengarah kepada virus influenza A (H5N1), misal : Test HI yang menggunakan antigen H5N1 dalam waktu singkat berlanjut menjadi pneumonialgagal pernafasan/ meninggal terbukti tidak terdapat penyebab lain

3. Kasus Kompermasi

Kasus kompermasi adalah kasus suspek atau "probale" didukung oleh salah satu hasil pemeriksaan laboratorium;

Kultur virus influenza H5N1 positip
PCR influenza (H5) positip
Peningkatan titer antibody H5 sebesar 4 kali GEJALA KLINIS Gejala klinis yang ditemui seperti gejala flu pada umumnya, yaitu; demam, sakit tenggorokan. batuk, ber-ingus, nyeri otot, sakit kepala, lemas. Dalam waktu singkat penyakit ini dapat menjadi lebih berat berupa peradangan di paru-paru (pneumonia), dan apabila tidak dilakukan tatalaksana dengan baik dapat menyebabkan kematian.

ETIOLOGI DAN SIFAT
Etiologi penyakit ini adalah virus influenza. Adapun sifat virus ini, yaitu; dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22°C dan lebih dari 30 hari pada 0°C.

Di dalam tinja unggas dan dalam tubuh unggas yang sakit dapat bertahan lebih lama, tetapi mati pada pemanasan 60°C selama 30 menit.

Dikenal beberapa tipe Virus influenza, yaitu; tipe A, tipe B dan tipe C. Virus Inluenza tipe A terdiri dari beberapa strain, yaitu; H1N 1, H3N2, H5N1, H7N7, H9N2 dan lain-lain.

Saat ini, penyebab flu burung adalah Highly Pothogenic Avian Influenza Viru, strain H5N1 (H=hemagglutinin; N= neuraminidase). Hal ini terlihat dari basil studi yang ada menunjukkan bahwa unggas yang sakit mengeluarkan virus Influenza A (H5N1) dengan jumlah besar dalam kotorannya. Virus Inluenza A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung pada unggas. Secara umum, virus Flu Burung tidak menyerang manusia, namun beberapa tipe tertentu dapat mengalami mutasi lebih ganas dan menyerang manusia.

MASA INKUBASI
Masa inkubasi virus influenza bervariasi antara 1 – 7 hari.

SUMBER DAN CARA PENULARAN
Penularan Flu burung (H5N1) pada unggas terjadi secara cepat dengan kematian tinggi. Penyebaran penyakit ini terjadi diantara populasi unggas satu pertenakan, bahkan dapat menyebar dari satu pertenakan ke peternakan daerah lain. Sedangkan penularan penyakit ini kepada manusia dapat melalui udara yang tercemar virus tersebut, baik yang berasal dari tinja atau sekreta unggas terserang Flu Burung. Adapun orang yang mempunyai resiko besar untuk terserang flu burung (H5N1) ini adalah pekerja peternakan unggas, penjual dan penjamah unggas.

Hal lain, belum ada bukti terjadi penularan dari manusia ke manusia.
Disamping itu, belum bukti adanya penularan pada manusia melalui daging unggas yang dikonsumsi.

UPAYA PENCEGAHAN
Upaya pencegahan penularan dilakukan dengan cara menghindari bahan yang terkontaminasi tinja dan sekret unggas, dengan tindakan sebagai berikut :

Setiap orang yang berhubungan dengan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas harus menggunakan pelindung (masker, kacamata renang) Bahan yang berasal dari saluran cerna unggas seperti tinja harus ditatalaksana dengan baik ( ditanam / dibakar) agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang disekitarnya.
Alat-alat yang dipergunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan KAndang dan tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan Mengkonsumsi daging ayam yang telah dimasak pada suhu 80°C selama 1 menit, sedangkan telur unggas perlu dipanaskan pada suhu 64°C selama
5 menit.
Melaksanakan kebersihan lingkungan.
Melakukan kebersihan diri.

sumber : depkes

Demikian jawaban saya, semoga bermanfaat.


(Dr. Cahyo Adi Nugroho)

0 comments:

Post a Comment